Featured

First blog post

Saya ingat pertama kali belajar membaca dan menulis. Di usia 7 tahun tepatnya, saya mulai lancar membaca. Sedangkan dibawah 7 tahun saya terbiasa menulus menggunakan alat tulis. Untuk usia segitu, mungkin generasi dibawah saya lebih cepat usianya bisa lancar membaca. Didukung dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman. 

Membaca blog, salah satu kegiatan yang bisa menambah wawasan masing-masing kita. Ada blog yang berisikan informasi umum ada juga berisikan cerita hidup pemilik blog.

Ada beberapa blog yang saya punya. Hanya saja masih belum memilki karakter tulisan. Walaupun begitu, semoga aja membawa manfaat. Selamat berkeliling.

Sejarah Milik Pribadi

Hari minggu adalah hari terbaik untuk melakukan kegiatan yang berbeda. Karna cuma di hari itu jam pagi tidak perlu absen ke kantor, bagi saya. Buat yang kerja paruh waktu mungkin beda ya.

Niat banget ikutan kegiatan berbau heritage. Karna sebelumnya sempat ikut di kegiatan yang sama, dan cukup antusias dengan hal tersebut. Jadilah cobain ikut sama tim Pekanbaru Heritage Walk. Mereka menaja kegiatan ini dengan baik karna banyak dari peserta yang akhirnya baru sadar betapa pentingnya kita tau sejarah kota kita sendiri.

Sebelumnya saya juga sempat terlibat dikegiatan serupa yang ditaja Saujana Riau. Yang pernah melakukan kegiatan berkunjung ke Kampung Senapelan untuk menemui pusaka yang tertinggal disana di tahun 2016. Jadi sedikit mengenal apa cerita yang ada disana. Selain itu Riau Heritage juga pernah mengadakan kegiatan melibatkan warga dan mahasiswa Unri di tahun 2015. Seingat saya menampilkan berupa tarian pameran kuliner yang ada di Kampung Senapelan, yang melibatkan warga disana. Yang mana ikut membuat orang-orang tertarik berkunjung kesana.

Kembali ke tahun 2020, di pagi itu kita mulai berkumpul di taman Rumah Singgah Sultan. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Lalu berjalan menuju tempat yang sudah ditentukan oleh penggiat. Saya masuk di kelompok Lemang. Dimana disana ada seorang kakak yang sudah sempat saya kenal sebelumnya di kegiatan komunitas lain. Beliau ini memberikan informasi di setiap tempat yang kita singgahi. Ada beberapa, tapi yang saya bahas disini cukup satu dulu ya. Yaitu Rumah Singgah Sultan ( Rumah pribadi yang mana pemilik rumah ini bergelar Tuan Qhadi).

Rumah singgah, benar adanya rumah yang pernah disinggahi oleh Sultan dari Kerajaan Siak Sri Inderapura. Bagi masyarakat Pekanbaru, Kabupaten Siak cukup dikenal. Selain jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, juga erat kaitan sejarahnya dengan kota Pekanbaru. Awal berdirinya Kota ini tidak lain tidak bukan mulanya dari gerakan Sultan Kerajaan Siak.

Oke lanjut ke cerita rumah singgah ini ya. Dulunya memang rumah ini milik pribadi. Yang punya bergelar Qhadi bisa disebut seorang hakim pada masanya. Kemudian, rumah tersebut letaknya di pinggir sungai siak. Sungai siak ini dulunya sebuah lalu lintas yang ramai. Bisa kita lihat juga saat ini selain rumah lama, juga ada pasar, ada gudang dan ada Dinas Perhubungan serta ada masjid Raya yang letaknya tidak jauh dari sungai siak. Kenapa sih dekat sungai? Karna manusia di zaman dahulu menempati suatu wilayah, mereka akan memilih yang dekat dengan sumber daya alam. Nah yang ditemukan disini, adalah sungai.

Rumah tersebut dulunya mungkin bentuknya berbeda, karna saya pernah menjadi saksi ketika rumah ini diperbaharui oleh pihak lain yang diberikan hak oleh yang punya rumah untuk diperbaiki atau diperbaharui supaya layak dikunjungi lembali bagi wisatawan. Ketika atap diganti dengan yang baru. Lalu kayu lama yang mungkin sudah usang diganti dengan kayu yang baru. Seperti itulah agar terlihat bagus kembali dan menarik. Lalu di cat agar terlihat kembali segar. Waktu awal ini baru dikerjakan, rumah tersebut sangat mencolok karna semua tampak baru. Namun saat ini, mungkin sudah terkena hujan panas ada beberapa yang kembali terlihat usang. Mungkin mereka butuh perbaikan kembali dibagian luarnya.

Kemudian saya mau cerita ada sebuah bak kecil yang disemen di depan rumah. Letaknya dipinggir kanan tangga jika kita baru akan masuk ke rumah. Bak berisi air yang mana ketika siapaun akan masuk kedalam rumah diharapkan membasuh kaki ataupun bersuci. Agar hal buruk dari luar tidak masuk ke dalam rumah. Lalu seperti biasa rumah zaman dahulu ada tangga, dan ini termasuk tangga batu. Saya pun tak bertanya apa sejak awal ini bertangga batu atau tidak. Karna yang saya ketahui, tangga kayu dan batu memiliki peringkat tersendiri bagi pemilik rumah.

Kami pun masuk ke dalam rumah, saat itu siang hari cuaca di luar cukup panas. Namun ketika memasuki rumah panas tak lagi terasa. Sejuk sekali, dengan angin yang bersikulasi melaui beberapa jendela rumah.

Bersambung. .

Nanti kita cerita lagi sejarah milik pribadi.

Cara Mengurangi Stres Saat Hadapi Tekanan Bekerja

Sebagai pekerja yang menerima upah,  tekanan itu pasti ada. Kadang berakhir sesuai mau kita , kadang juga tidak.

Kerjaan kita saat ini juga hasil pilihan kita sendiri.  Apapun yang dialami itu bagian dari resiko yang kita harus tanggung. Tapi nggak mau juga ya terus-terusan ngerasa tekanan kerjaan bikin stres tiap hari.

Yuk, ikutin beberapa langkah supaya kamu rileks untuk hadapi tekanan di kerjaan kamu.

1. Hela Nafas

Tarik nafas panjang, lalu hembuskan perlahan. Salah satu cara agar kamu sedikit tenang. Biasanya ini sangat ampuh ketika rasa panik melanda. Target yang harus selesai 1 jam lagi, atau hari itu batas pengiriman laporan dan lain sebagainya. Kepanikan seperti itu, bisa buat mood kamu jadi jelek. Raut wajah tiada senyuman. Aura sekitar kamu udah kayak film horor. Hihii. Coba deh dengan menghela nafas, tubuh kamu akan rileks dan fungsi kerja otak sedikit lebih teratur.

2. Pejamkan Mata

Pejamkan matamu minimal 3 menit maksimal 5 menit. Sebenarnya ini adalah salah satu cara membuat otak tengah kamu bekerja. Apalagi sebelum melakukan ini, matamu sudah merasa lelah, fokus mulai berkurang. Ini bakalan ampuh banget membuatmu lebih tenang dan menghilangkan lelah sejenak tanpa harus rebahan. Hal yang pertama kamu rasain setelahnya, membuat kamu lebih fresh.

3. Gerak Badan

Cobalah untuk menggerakkan badanmu yang terasa kaku dan sudah hitungan jam tidak digerakkan. Seperti kedua kaki atau tangan dengan gerakan perlahan naik turun bergantian.  Lalu gerakkan pinggang ke kiri dan ke kanan.  Bisa juga dengan sedikit menekuk pinggang ke arah belakang (seperti kayang), hal ini tidak perlu terlalu berlebihan karna dengan sedikit lekukan kebelakang sudah membuat sedikit rileks dibagian punggung bagian bawah.  Nggak percaya?  Cobain. Biasanya ini sangat terasa bagi yang kerjaannya seharian duduk di kursi.

4. Minum Air

Air bening putih ya,  hehe.  Kamu butuh cairan saat stres melanda.  Pekerjaan kadang terlalu menyita waktu bahkan untuk sekedar minum air. Tapi ketika mengalami kesibukan, dan otakmu bekerja sangat keras, saat itu kamu butuh air yang cukup.  Jangan sampai nggak minum air ya saat bekerja, atau pinggang kamu bisa sakit lho. Terutama buat yang berada di ruangan ber-AC dan duduk seharian di kursi menatap monitor. Air yang ada ion di iklan tv juga boleh dicoba. Apakah itu? 😁

5. Berhenti

Jika semua kerjaan kamu mulai kacau. Mengetik mulai tidak benar. Mata berkunang-kunang. Tidak bisa merespon lawan bicara. Memegang benda mulai tidak normal. Kamu butuh berhenti melakukan aktifitas. Artinya tubuhmu sudah memberi alarm. Hidupmu tidak hanya untuk bekerja.  Kamu butuh istirahat. Cobalah tidam menyentuh apapun di meje kerjamu . Pergilah keluar ruangan.  Hirup udara segar.  Jika sudah merasa lebih baik,  kamu sudah bisa melanjutkan perkerjaanmu.

6. Tersenyum

Senyum adalah cara paling ampuh dan gampang yang bisa banget kamu lakukan. Selain tidak membuat wajah cepat ada kerutan. Bisa juga menambah mood jadi baik. Bahkan kamu bisa memandang kerjaan yang bikin stres banget itu jadi menyenangkan. Kalau buat kamu yang muslim, bisa coba tersenyum dan istighfar sebanyak yang kamu bisa. Percaya deh, lama-lama ketenangan itu dateng sendiri.

Itulah beberapa langkah yang bisa kamu cobain kalau lagi ngalamin stres karna kerjaan yang super. Semoga membantu ya. Tetap ingat, bekerja harus dapat have fun –nya. Karna sebagian besar hari-harimu habis di kantor. Nggak mau dong cerita hidup kamu gitu-gitu aja, cuma karna kerjaan yang dibawa stres tiap hari. 😉 Selamat mencoba! 

Kita dan Masalah Kita Masing-Masing

Hari ini diluar rencana. Sebelum working di Dustributor Farmasi, saya nge-side job jadi guru yang dipanggil ke rumah murid. Cuma karna udah jarang, jadinya cari kerja yang tetap aja. Ternyata cukup nyita waktu ya kalo kerja kantoran distributor haha.

Menjelang pelajar di musim ujian, murid lama balik ngontak buat belajar di hari-hari dia ujian. Jadilah sabtu yang ke-pending berubah jadi minggu malem.

Sabtunya sempat lama bareng temen lama yang berkunjung ke Pekanbaru. Jadinya pas gak jadi belajar, lanjut sama mereka reunian. Yah, padahal bisa aja bagi waktu meet up sama Atuk dari Negeri seberang, tapi karna sesuatu hal gak bisa nyusul. Sedih juga, tapi udah jalannya kayaknya.

Lanjut ke cerita ngajar si murid. Ada sih perkembangan muridnya, mulai jago pecahan. Saya juga mulai enjoy ngajarnya karna kesannya kangen-kangenan lama gak ketemu kan ya. Pas banget ayahnya ini temen ayah saya sewaktu muda. Nah kakaknya ini seumuran sama saya. Jadinya cukup akrab buat bahas si adiknya gimana belajarnya.

Belakangan jadi dapet cerita tentang keluarga seseorang. Bahwa gak selamanya kisah cinta itu bahagia selamanya setelah melangsungkan pernikahan. Apalagi beliau ini anak tunggal yang latar belakang keluarga melayu yang terpandang juga pernah jadi anak pejabat daerah. Ternyata ketika menikah selain menyatukan hati dengan pasangan, kita juga mesti pandai menyatukan hati dua keluarga yang gak sama. Jelas gak sama, kebiasaan pasti beda. Apalagi dapet jodoh beda pulau. Belum lagi dia harus mandiri ketika sudah berkeluarga. Enaknya kalau didukung sih. Tapi gak enaknya dia justru tak boleh berpisah dengan orang tua. Jadi anak perempuan yang disayang keluarga, tentu berat untuk berpisah dari orang tua. Namun, jdi istri tetap wajib ikut suaminya. Seolah ini jadi hal tersulit yang pernah dialami dalam hidupnya. Memilih antara orang tua atau suami. Satu sisi harus patuh pada suami , sisi lain orang tua adalah segalanya.

Saya cuma bisa mendoakan, kadang sakit juga membawa perubahan. Kita jatuh saat berusaha berjalan sewaktu kecil, tentu jadi latihan untuk bisa bangkit lagi berjalan.

Masalah mereka , saya dan kamu punya titik yang beda. Tergantung kemampuan kita juga. Keep fighting!

Hidupmu

Ketika kita berdiri di tempat ini, tanpa memikirkan apapun, dunia seakan berhenti dari pergerakannya.
Seolah hidup ini bergantung pada diam dan geraknya diri.
Saat ini manusia ini sedang dilanda dilema yang teramat sangat. Seakan harus melompat dari ketinggian yang curam dan tak bisa mundur lagi. Ia menjadi teramat takut dikarenakan landasan yang tak pernah ia bisa bayangkan akan ditemui dibawah sana.

Sesuatu yang tak pernah kita ketahui adalah masa depan. Sebuah pergerakan membuatnya dinamis. Apa yang diinginkan, akan terealisasi dengan memulainya. Mulai sebuah pergerakan hingga menghasilkan perpindahan.

Tapi, manusia ini berpindah pada pikiran dari sudut kiri ke kanan pada sebuah ruangan. Ia tak berpindah jauh ke depan atau kebelakang. Ia seolah berjalan ditempat. Walau sudah berusaha berpindah.

Terima kasihlah pada semesta yang mengintip mu dengan jelas. Jelas memperhatikan gerak bahkan menentukan gerakmu dengan penilaiannya. Karna semesta itu sebaik-baik penilai. Manusia bisa mendapat penilaian dari sisi manusia lain, penilaian lengkap dengan lebih dan kurangnya. Hingga dari sanalah manusia memilih berpindah atau berputar di tempat.

Waktu, penentu lama atau cepatnya kehidupan. Manusia ini sudah di batas waktu yang mana, ia harus tahu. Kadang ternyata waktu punya alat terkejam tanpa bentuk yang bisa menikam perjalanan hidup ini. Seperti saatnya manusia merasakan sakit dengan pertumbuhan fisik. Saatnya merasakan sedih dan pahit. Ketika harus menuju lautan luas yang ia harus menenggelamkan tubuh tanpa bantuan. Hanya sebuah pilihan, mau tetap mengambang dengan kemampuan, atau menyelam dengan keberanian saat itu juga. Diwaktu itu juga atau kehidupan ini akan meninggalkanmu sendirian.

Hidupmu, hari ini menyulitkanmu. Karna masamu bukan masa bergantung pada tali, melainkan masa bergantung pada tiupan angin yang harus di lawan. Engkau disana, ditengah terpaan angin itu.

Pekanbaru, 27 Februari 2018.

Teruntuk Engkau

Engkau yang telah tertambat dan menambat hati
Aku sedang mengahadapmu meski tak secara langsung
Kulihat wajahmu dalam bingkai yang ada, semua wajahmu baik saat diam juga tawa
Kuperhatikan dalam-dalam karna saat itulah aku berani menatapmu lebih dalamApa yang harus kulakukan wahai peluluh hatiku
Aku tak bisa menghapus air mata itu
Aku takut tanganku justru membuatmu tak tenang
Ucapanku membuatmu resah
Apa yang harus kulakukan untuk duka yang teramat sangat itu, kekasih masa depanku?
Kuperkuat do’a itu, setiap saat kuberdo’a ditiap ingatan tentangmu
Hanya itu, penyambung benakku pada keberadaanmu
Walau tak ku tahu apa kau merasakannyaMungkin saat ini aku berada diurutan ketiga dalam hatimu, karna merasa kehilangan membuat hatimu mulai merubah segalanya
Bisa saja hanya ada 2 urutan dalam hatimu, yaitu ibumu dan ayahmu
Sampai saat ini hal itu takkan pernah kupertanyakan, terserah akan hatimu, cukup bagiku kau masih memilihkuWahai yang sedang dekat dengan air mata, pandangi aku
Lihat wajah ini, rasakan keberadaan ini dalam hidupmu
Tunjukkan padaku, bagaimana aku bisa menghapus duka laramu
Aku tlah merasakan sedih yang mendalam itu, jangan khawatir masih banyak air mata ini akan tersedia untukmu baik suka dan duka yang kau beriEngkau yang saat ini dekat dengan-Nya, dukamu kini akan menjadi titik balik sukamu kemudian hari di dunia dan akhiratmu, menjadikanmu jauh lebih baik, harapanku dan yang menyayangimu.Pekanbaru, 17 Agustus 2019.

Hello Again

Halo, apa kabar?

Cukup lama untuk tidak menulis ya. Kenapa tergerak buat mulai lagi, yaa biasa ada yang menggetarkan hati untuk mengunjungi blog ini kembali hehe.

Saat ini lagi musim baju baru lho. Sedang beraye jadi semua tampak baru, termasuk pribadi barulah.

Semangat Baru

Halo,

Assalamu’alaykum,

Hari pertama di kalender Masehi sengaja banget nulis lagi di blog yang udah berdebu. Rencananya mau bahas yang berat-berat, tapi ternyata waktu leyeh-leyeh (santai) lebih enak daripada nulis yang berat. Maklum hobinya kerja, bukan santai hihihi. Bukan hobi sih, jadi terhobi karna tuntutan kerjaan.

Jadi nih karna udah berganti tahun, dari 2018 jadi 2019, agenda buat setahun kedepan harus dibuat lagi. Kenapa? karna sepanjang kerjaan, sama urusan-urusan lain hitungannya masih ikutan kalender Masehi. Kamu udah pada jadi belum agendanya? atau mungkin ada yang udah revisi resolusi :]

Capek juga baca tulisan resolusi 2019 di semua media sosial. Isinya lebih kurang buat diri kita jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, tapi banyakan kurang realisasi jadinya yang direvisi nggak banyak hehe.

Sebenarnya buat diri jauh lebih dari sebelumnya nggak melulu harus diawali tanggal baru, hari baru atau tahun baru. Semua bisa kapan aja, asal kitanya mau. Inget ya MAU. Kalau nggak mau, mending nggak perlu dibikin deh daripada beban mental ya kan.

Semangatin diri kita kapanpun dimanapun tanpa perlu nunggu. Kenapa sih harus nunggu tahun depan dulu baru berubah, emangnya kita tahu umur kita sampai kapan? atau kita tahun besok itu kejadiannya kayak apa? kita yang bukan serba tahu ini disaranin buat pikirin masa sekarang dan baiknya dilakukan sekarang juga. Jadi, nggak perlu nunggu ya! Mulai dari sekarang, kalau pas banget sama tanggal 1 Januari 2019, ya bagus hehe.

Semangat dong, bikin harimu SEMANGAT setiap hari. Semangat itu bawa mood baik, mood baik bisa bikin hari-hari kita juga berjalan dengan baik atas izin Allah.

Siapa yang semangat buat bahagia? selamat berjuang ya!

Pekanbaru, 1 Januari 2019. (21:00wib)

Mencintai

Ia sekali lagi dalam kekaguman pada seseorang.

Meraih perhatian dan cerita setiap hari kala itu.

Sang pecinta yang tak pernah tahu seberapa besar kemungkinan ia bisa mendapat cinta itu.

Kala itu, Runi menaruh harapan besar pada seseorang yang tidak biasa menjadi tujuan hidupnya.

Ia pun merubah diri dimana itu pilihan terbesarnya. Walau pernah berniat di masa labil untuk berubah, namun keinginan menguat atas dorongan perasaannya pada kekaguman yang tak biasa ini.

Tahukah kalian? perubahan baiknya berawal dari niat saat ia menjadi gadis belia, melihat perempuan cantik hati dan parasnya dengan penampilan yang tak biasa namun luar biasa sempurna.

“Aku ingin menjadi sepertinya suatu saat nanti”, Ungkapnya dalam hati saat ospek di perguruan tinggi beberapa tahun lalu.

Mencintai adalah bagian dari hidupnya.

Namun lelaki ini slalu membuatnya tak habis pikir.

Dimana cerah pagi pada wajahnya?

Dimana sejuk hujan pada senyumnya?

Dimana riuh ombak pada cara berpikirnya?

Semua biasa, ketika ia belum merubah diri.

Ternyata, Runi menemukan itu semua dengan parameter yang berbeda.

Ia tak lagi mengukur kekaguman dengan mata dan rasa.

Ia mulai menggunakan pikiran dan ketetapan kebaikan penganut agama yang alim dalam caranya mengagumi.

Ya, lelaki yang tak biasa itu merusak daftar yang ia sukai dari semua hal saat itu.

Entah apa yang ada padanya, seperti terhipnotis pada kebaikan.

Hari-harinya penuh rasa penasaran yang tak kunjung usai.

Langit pun bisa menjadi merah jambu mengikuti warna hati yang berbunga indah.

Hingga…

” Aku tlah berjanji, aku ingin kembali”, kalimat yang membuat langit merah jambu berubah kelabu.

” Siapa yang kau janjikan? apakah ia juga mendengar alunan lagu yang sama denganku? ” jawaban dalam tanya dari Runi yang mulai meruntuhkan tembok yang sudah tinggi sampai menutupi dagunya.

” Ia tlah kuceritakan tentangmu, dan menangis. Aku ingin kembali. Suatu saat, entah kapan kita bertemu, kau akan membenciku, percayalah”. Kalimat penutup yang diterima Runi siang itu,

Air mata menetes, ia tertunduk lemas.

Bukan makhluk yang ia harapankan, seharusnya.

Namun sebuah pengajaran cintalah yang harusnya bisa membuatnya tersenyum saat itu.

Baginya terlalu menyakitkan ketika berita yang tak disangka seperti palu merobohkan cinta yang ia bangun saat itu.

Perempuan sempurna itulah orangnya, ya, ketika mengagumi dua orang semasa hidupnya ternyata menjadi pasangan yang membuatnya terluka.

Runi tersenyum dalam air mata.

” Tuhanku, tak bolehkah aku tahu lebih awal? hingga rasa mencinta tak sesakit ini?” Ucap dan harapnya yang tlah terlambat.

Semua kalimat lelaki itu menjadi nyata.

Runi tak lagi menyimpan rindu yang pernah ada, menyimpan kekaguman yang pernah ada, tak lagi semudah itu ingin melihatnya dari kejauhan.

Seperti inilah cinta Runi,

Hujan Januari

Siang itu..

Matahari masih baik banget buat bikin jemuran kering. Rencananya mau beli paket internet karna besok di kantor pasti butuh. Ternyata udah melangkah ke teras, rintuk hujan menyapa. Si adik langsung nggak semangat dan nyaranin buat tunggu hujan reda. Tapi saya malah ngerasa kalau udah ada mantel dont worry be happy aja.

Sip, langkah menuju tujuan sambil bawa beberapa pakaian buat di laundry. Ternyata di tempat tujuan belum turun hujan, karna hujannya ada dibelakang kita (kayak ngikutin langkah kita gitu). Sampainya di tempat laundry hujannya makin deras. Yap, kita tetep lanjut ke tujuan berikutnya. Bekal mantel dan penyuka hujan, saya mah anteng aja. Paling ya hati-hati buat jalanan licin sama angin berhembus lebih dari biasanya.

Dalam perjalanan buat beli paket (iya jauh belinya, karna disana yang lengkap banyak pilihan) hujan masih belum reda, sepatu sama kaos kaki udah menyatu basahnya. Ternyata banyak banget orang yang berteduh. Kitanya yang yakin banget ini hujan hanya hujan, paling kalau kena ya basah. Cuma mungkin yang lain pada takut basah karna punya acara lain kali ya. Kita mah abis ini lanjut ke rumah haha.

Sampai disana, udah kelar tu milih paket data internetnya, kita cabut lagi pulang. Curah hujan masih sama, bedanya langit nggak begitu kelam. Niat hati ambil jalan yang nggak mungkin banjir, tapi malah lupa ternyata jalan yang saya anggap cuma air biasa, malah jebakan kalau itu dalem. Yak, ini ujian di kala hujan.

Dari jauh tuh nggak keliatan itu dalem, tapi baru sadar kalau nggak banjir memang rada melengkung jalannya. Yah, tersilap mata telah terjadi. Dengan susah payah mencoba narik gas motor supaya bisa jalan, tapi ternyata knalpot udah cukup banyak minum air. Motor saya mati mesinnya. Teriakan anak kecil, dan orang sekitar menyatakan motor saya mogok, harusnya jangan lewat sini. Haha telat. Alhamdulillah ada yang mau nolongin, beliau (lupa namanya) dorongin motor sambil berusaha ngidupin tapi masih nggak bisa. Oke, kejadian ini disponsori oleh kelalaian karna jarang diengkol motornya, jadinya pas nyoba si pahlawan tadi kesusahan. My bad.

Akhirnya, diberi kemudahan setelah kesulitan sama Allah, kita berhasil ngidupin mesin motornya. Lalu yang terjadi, air berkeluaran dari knalpot. Bapak-bapak yang lagi duduk di warung sebelah saya parkir motor bilangin supaya saya tetap terus ngegas motornya sampe airnya nggak ada lagi. Oke, dan ternyata pegel juga tangannya yak.

Asap mulai mengepul dan bau tak sedap mengitari kami. Sampai akhirnya motornya bisa berfungsi lagi.

“Bersama kesulitan ada kemudahan” inget ya, jangan putus asa.

Akhirnya kita bisa lanjut pulang, tapi ternyata saya jadi berat ninggalin yang nolongin saya, karna justru motornya dia malah nggak bisa hidup. 😦

Semoga diberi pahala dan kemudahan ya beliau. Aamiin.

Jadi, pelajaran hari ini, berhati-hatilah berkendara saat hujan deras di Kota Pekanbaru mulai tahun 2017. Kenapa?

1. Karena tata kota kita mulai nggak sesuai sama prosedur yang ada, bisa dilihat pembangunan tanpa menyediakan tanah serapan.

2. Saluran airnya nggak banyak, tapi bangungan tiap tahun bertambah.

3. Buang sampah masih aja sukanya di jalan raya, bukan tong sampah. Tisu, bungkus permen, bungkus kacang, rokok dll. Hobi banget! Kebiasaan yang bawa bencana sebenernya.

4. Duit kita banyak, tapi pemikiran nggak diperluas.

5. Gerakan sayang kota kita itu belum ada. Karna kita cuma butuh yang kita mau, bukan yang generasi berikutnya butuhkan.

Mulai sekarang, ayuklah yang punya motor engkol tiap hari motornya biar kalau mogok nggak bikin repot orang lain.

Mulai sekarang, ayuklah saling ingatkan buat nambah hobi baru “buang sampah pada tempat sampah”

Mulai sekarang, ayuklah nabung bikin rumah jangan nyicil rumah di perumahan, kalaupun dapat perumahan, jangan di beton semua pekarangan rumah (please, tanah dan pohon itu penting!) Kecuali buat kamu yang nggak punya teras atau pekarangan luas.

Yuklah, kita gerak di 2018.

Bismillah.

 

Hai 2018

Awal tahun masehi 2018 mari kita mulai dengan ngeblog! Yeay.

Iya sih udah lama banget saya nggak nulis seriusan. Eh, emang kadang jarang serius juga sih hehe.

Pengen cerita nih, buat blog pertama di tahun ini. Tentang perjalanan pertama yang dinanti (jalan-jalannya) walaupun beda tujuannya sih. Tapi happy!

Alhamdulillah dikasi kesempatan jenguk salah satu temen yang lagi dikasi ujian sakit sama Allah. Semoga Allah kasih keringanan sakitnya dan lekas pulih dan sehat lagi aamiin. Beliau ini temen di komunitas nulis saya. Ceritanya pagi itu mulai janjian ketemu di Klinik tempat temen saya standby. Singkatnya saya pergi berempat dengan temen-temen naik mobil.

Nah, kenapa tadi bilang ini yang dinantikan? bukan karna temen saya sakit yang dinanti loh ya, tapi perjalanan ini yang dinanti. Duh, udah lama banget nggak liat pepohonan, sawah, sungai sejak kerja 6 bulan ini. Alhamdulillah Allah kali ini ngabulin yang diinginkan dalam waktu singkat. Walaupun bukan liburan yang gimana gitu, tapi tetep bersyukur bisa liat sawah di kiri dan kanan jalan. Belum lagi sambil reunian sama mereka yang cukup lama nggak jumpa. Banyak hal yang kita saling tau dalam obrolan singkat tadi. Thanks to you all guys.

Bangkinang lokasi tujuan kami adalah kota kecil yang cukup akrab dengan Pekan baru. Kenapa? karna selain jaraknya nggak jauh, penduduk disana banyak yang merantau ke Kota Pekanbaru. Hasil dari usaha disana juga banyak, selain memanfaatkan sumber daya yang ada, di desa tertentu ada berbagai khas makanan maupun kerajinan. Buat kami makanan yang dicari haha.

Makan siang di Sate Kuok yang dikenal enak disana.

Tetep happy walaupun aura suhu panas dari luar sana berasa.

Perjalanan pertama di tahun yang baru. Masih menunggu perjalanan lainnya yang sudah dicatatkan untuk saya dan orang disekitar saya yang entah kapan.

Perlu bahas resolusi 2018? nggak usah ya. Hasilnya aja kali ya. Rencana kadang tak perlu banyak yang tahu, setelah ada hasil, mereka akan tahu dengan sendirinya. (ngeles) hahaha.

Sampai ketemu di teks lainnya.